Minggu, 03 Januari 2016

BAB 3 Mineral

Mineral


 
Oleh
Indra Samir
471415024
Dosen Pembimbing
Intan Noviantari Manyoe, S.Si., M.T

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
JURUSAN ILMU DANTEKNOLOGI KEBUMIAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
GORONTALO


2015


BAB III
Mineral
Rangkuman
Mineral adalah zat yang membentuk batu. Mineral secara alam mengandundi padat anorganik disertai dengan komposisi kimia tertentu dan struktur kristal. Setiap mineral terdiri dari unsur-unsur kimia berikat bersama-sama dalam proporsi yang pasti, sehingga Komposisi kimianya dapat dituliskan sebagai formula kimia. struktur kristal dari mineral yang tertata rapi, secara periodik mengaturan kembali atom-atomnya. Sebuah sel satuan adalah modul struktural dan komposisi kecil yang berulang sendiri seluruh kristal. Bentuk kristal ditentukan oleh bentuk dan susunan sel-sel unitnya. Setiap mineral dibedakan dari komposisi kimia dan struktur kristalnya.

Kebanyakan mineral biasanya mudah dikenali dan diidentifikasi secara visual. Identifikasi dibantu dengan mengamati beberapa sifat fisik, termasuk kebiasaan kristal, bidang belah, fraktur, kekerasan, berat jenis, warna, garis, dan kilau.

Meskipun sekitar 3500 mineral yang diketahui di Kerak bumi, hanya sembilan kelompok pembentuk batuan mineral yang berlimpah di sebagian besar batuan. Mereka adalah feldspar, kuarsa, piroksen, amphibole, mika, mineral lempung, olivin, kalsit, dan dolomit. Tujuh pertama di daftar ini adalah silikat; struktur dan komposisinya didasarkan pada tetrahedron silikat, dimana atom silikat dikelilingi oleh empat oksigen untuk membentuk struktur berbentuk piramida. Silikat tetrahedra bersama-sama dengan berbagi oksigen untuk membentuk struktur dasar silikat mineral. Silikat adalah mineral yang paling berlimpah karena silikon dan oksigen adalah dua yang paling melimpah elemen di kerak bumi dan obligasi bersama-sama mudah untuk membentuk tetrahedron silikat. Dua mineral karbonat, kalsit dan dolomit, juga cukup melimpah untuk disebut mineral penyusun batuan.

Mineral aksesori biasanya ditemukan, tapi jumlahnya sedikit. Mineral tambang, mineral industri, dan permata yang penting untuk alasan ekonomi. Banyak mineral menunjukkan variasi komposisi karena substitusi ionik. Secara umum, satu elemen dapat disubtitusi untuk yang lainnya jika keduanya sama dari segi berat dan ukuran.










KEYWORDS
Ø  mineral adalah anorganik padat dengan komposisi kimia yang khas dengan struktur Kristal.
Ø  Elemen adalah unsur zat yang tidak dapat dipecah menjadi zat lain dengan cara kimia biasa sebuah elemen terdiri dari semua jenis atom.
Ø  atom adalah unit dasar elemen yang terdiri atas padat, bermuatan positif, pusat kecil yang disebut nuklueus (inti) yang dikelilingi oleh awan difus elektron yang bermuatan negatif.
Ø  inti adalah benda yang kecil, padat, bagian tengah atom terdiri dari proton dan neutron. Hampir semua massa atom terkonsentrasi di inti.
Ø  elektron adalah sebuah partikel dasar yang membentuk awan difus elektronegatif sekitar atom.
Ø  proton adalah sebuah partikel padat, besar, dan bermuatan positif ditemukan dalam inti atom.
Ø  neutron adalah sebuah partikel subatomik dengan massa proton. Tetapi bermuatan listrik.
Ø  ion adalah sebuah atom dengan muatan listrik.
Ø  kation adalah ion sebuah atom positif yang terbentuk ketika satu-satu atom menerima satu atom lebih elektron dalam proses kimia.
Ø  anion adalah ion yang memiliki muatan negatif.
Ø  senyawa adalah gabungan dari beberapa unsur yang terbentuk melalu reaksi kimia.
Ø  Ikatan kimia adalah ikatan yang terjadi apabila atom-atom suatu unsur bergabung.
Ø  mineral pembentuk batuan adalah bahan atau senyawa anorganik yang terbentuk secara alamiah, padat, mempunyai komposisi, dan mempunyai struktur dalam atau Kristal tertentu.
Ø  kristal adalah suatu padtan atom, molekul, atau ion penyusunnya terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara 3 dimensi.
Ø  struktur kristal adalah suatu susunan khas dari atom-atom dalam suatu Kristal.
Ø  sel satuan adalah sekelompok kecil dari atom-atom, seperti batu bata tunggal di dinding, ulang dan berulang terus menerus dalam setiap Kristal.
Ø  Permukaan kristal yaitu permukaan planar yang berkembang dan kristalnya tumbuh bebas di lingkungan besar.
Ø  Keadaan fisik Kristal adalah kerakteristik bentuk dari mineral dan keragaman pertumbuhan Kristal.
Ø  Bidang belah adalah kecenderungan Kristal beberapa mineral untuk mengalami pecah melebihi bidang belah.
Ø  fraktur adalah keretakan yang berpola dimana mineral pecah melebihi bidang belah.
Ø  Kekerasan adalah ketahanan suatu mineral terhadap penggoresan.
Ø  skala kekerasan Mohs adalah standar pengukuran kekerasan suatu mineral yang berskalah 1-10.
Ø  berat jenis adalah berat zat relative terhadap berat volume ar yang sama.
Ø  Cerat adalah warna bubuk dari setiap mineral.
Ø  kilau adalah kualitas dari intensitas cahaya di pantulkan dari permukaan mineral.
Ø  mineral aksesori adalah mineral umum yang digunakan sebagai perhiasan, tetapi biasanya ditemukan dalam jumlah kecil.
Ø  permata adalah mineral yang keindahanya sangat besar. Setiap batu muli atau permata dimanfaatkan sebagai hiasan.
Ø  bijih mineral adalah bahan alami yang kaya akan mineral.
Ø  polimorf adalah mineral yang mengkristal dengan lebih dari satu struktur Kristal.
Ø  Silikat adalah mineral yang kristal struktur berisi tetrahedra silikat. Semua batu yang terutama terdiri dari mineral silikat.
Ø  silikat tetrahedron adalah Struktur berbentuk piramida dari ion silikon terikat ke empat ion oksigen, (SiO4) 4-.
Ø  substitusi ion adalah pergantian ion mineral satu sama lain. Biasanya 2 ion yang brukuran sama.




 Referensi By Thompson&Turk-Introduction to Physical Geology

Tidak ada komentar:

Posting Komentar